ASSALAMUALAIKUM
TEMAN-TEMAN IKUTI CORETAN KADER-KADER DAKWAH SETIAP MINGGU NYA
KATA PENGANTAR
Setiap organisasi, jamaah, suatu perkumpulan atau suatu komunitas
bahkan pergerakan (Harokah) apapun namanya tidak bisa lepas dari yang
namanya kader. Tidak bisa disebut jamaah atau komunitas kalau hanya ada
seorang Qiyadah (Pemimpin) tanpa ada Jundullah (kader).
Seperti segerombolan kambing yang di pimpin oleh serigala akan mampu
mengintervensi kawalan serigala yang di pimpin oleh kambing.Sebaik
apapun seorang pimpinan,secerdik apapun stategi yang di gunakan, jika ia
tidak memiliki kader-kader yang handal dan militan, maka lambat laun
akan menjadi orang yang kalah. Begitupun dengan gerakan dakwah, dia
harus memiliki kader yang solid, yang bisa diandalkan dan teruji
militansinya, tidak mudah goyah dan luntur idealismenya hanya karena
remeh temeh permasalahan hidup.
Kader adalah aset termahal bagi sebuah gerakan dakwah (atau
organisasi apapun). Jamaah atau organisasi yang memiliki kader-kader
yang berkualitas, maka ia akan menjadi jamaah yang solid dan mampu
membangun eksistensinya di tengah-tengah masyarakat dan mampu berperan
aktif dalam rangka mewujudkan kesejahteraan dan kemashlahatan ummat.
Begitu pentingnya Kader tersebut maka saya membuat sebuah buku yang
berisi tentang apa,bagaimana dan siapa yang di namakan Kader Dakwah itu
.Buku ini juga membuat orang awam untuk bisa lebih mengenal sosok Kader
Dakwah yang sebenarnya,serta Buku ini dapat menambah motivasi para Kader
Dakwah dalam berjuang.
:) 1.KADER DAKWAH ITU …................???
Bagai Sang Surya yang datang dari ufuk timur ia timbul.Lembut
cahayanya menyapa, membangunkan dari mimpi – mimpi semu.Cahayanya
menghapuskan kegelapan yang telah lama menyelimuti jiwa – jiwa yang
telah tertidur terlelap .Dengan semangat ia terus menerangi dunia,tak
ada kata letih dalam dirinya padahal ia telah menyinari daerah
lain.Ketika langit di bagian barat menjadi merah, tanda bahwa ia akan
pergi,bukan untuk selamanya,karena sesungguhya ia tetap ada.Sangat indah
kepergiannya dengan senyuman di iringi suasana tenang ia mulai
tenggelam.
Itulah Sang Surya yang sering kita sebut sebagai
Matahari.Matahari yang denga Ikhlas selalu menerangi kita,menamani kita
seolah – olah dengan cahayanya ia bimbing kita agar tidak tersesat dalam
kegelapan pada saat menjalani aktivitas di dunia.Dengan adil tidak
pernah membeda – bedakan dan penuh kepatuhan ia menyinari Bumi ini dan
Galaksi ini,tidak ada satu tempat pun di Dunia ini yang luput dari
sinarnya.
Suka atau tidak suka 12 jam sehari ia menyinari kita,terkadang
menjengkelkan memang Matahari ini,dengan sinarnya ia bangunkan kita
secara paksa,ia melarang kita untuk tidak terlalu lama terlelap ,terbuai
oleh mimpi – mimpi semu belaka.Dengan sinarnya pula kita merasa
kepanasan,seperti membakar tubuh kita,tapi itu ia lakukan untuk membakar
semangatmu berlomba – lomba mencari kebaikan.
Seorang Kader Dakwah sudah sepatutnya mencontoh Sang Surya
ini,bagaimana ketulusan ,dedikasi serta pengorbanan tanpa pamrih ia
persembahkan untuk bumi ini.Sudah sepatutnya bagi seorang Kader Dakwah
untuk tidak lagi membeda – bedakan objek dakwahnya, di tempatkan di
manapun ia.Dengan ikhlas ia pikul amanah ,ia tebar risalah Islam ke
Penjuru Dunia ,tidak ada satupun yang luput dari cahaya kebenaran itu.
Selayaknya seorang Kader Dakwah untuk gunakan seluruh potensi yang
ada di dirinya untuk menyinari bukan sembunyi.Ketika ada yang
menghalangi ia tak akan menyerah untuk terus menebar cahaya kebenaran,ia
akan terus berusaha karena ia yakin Allah akan menolong mereka.Seperti
cahaya matahari yang sinarnya di halangi oleh awan hitam,dengan
semangat pantang menyerah ia terus berusaha ,sehingga datanglah
pertolongan berupa angin yang akan menyingkirkan awan hitam itu.
Seorang Kader Dakwah akan terus menerangi dan memerangi kemungkaran
sampai batas waktu yang telah di tentukan.Hanya kematian yang dapat
menghentikan perjuangannya.Sampai tatkala saat itu tiba,saat – saat ia
di panggil oleh PenciptaNya.Pergi untuk bertemu Tuhannya yang selama ini
ia rindui.Dengan senyuman dan ketenangan ia pergi dari dunia fana
ini,dengan meninggalkan banyak pelajaran bagi yang masih hidup.
Seperti Matahari yang telah seharian penuh menyinari ia tenggelam
dengan meninggalkan keindahan dan ketenangan ,tidak ada kesedihan di
sana karena sesungguhnya Ia kekal di sisi TuhanNya.